Kamis, 21 Februari 2013

KESIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT


MODUL 13 : KESIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT

MENCEGAH DAN MENGURANGI DAMPAK DARI KEJADIAN YANG TIDAK DIINGINKAN


Tujuan dan makna kesiagaan dan tanggap darurat adalah untuk memastikan bahwa organisasi dapat melakukan tindakan yang efektif dalam situasi darurat, dan meminimisasi dampak lingkungan yang ditimbulkan saat dan setelah keadaan darurat tersebut terjadi.

Darurat adalah segala kejadian abnormal yang berpotensi mengakibatkan penyimpangan terhadap peraturan lingkungan dan mempunyai potensi nyata membahayakan lingkungan. Keadaan darurat merupakan suatu kejadian yang tidak pernah diharapkan terjadi, tidak pernah diketahui kapan akan terjadi, dan bilamana terjadi akan mengakibatkan gangguan/kerusakan/kerugian terhadap manusia dan atau lingkungan dan atau perusahaan.

Sebaik apapun kesiagaan organisasi, selalu saja ada suatu kejadian yang berada di luar pengendalian, seperti bencana alam atau sabotase. Oleh karena itu dibutuhkan suatu penilaian sistematik terhadap resiko dari semua potensi keadaan darurat yang mungkin terjadi, dan menyusun rencana kesiagaan dan tanggap darurat untuk memastikan bahwa organisasi memiliki kesiagaan yang memadai dalam menghadapi suatu insiden atau keadaan yang tidak diharapkan.

Kesiagaan dan tindakan yang efektif dapat mengurangi kecelakaan, mencegah atau mengurangi dampak lingkungan, melindungi karyawan dan masyarakat, mengurangi hilangnya aset, dan mengurangi waktu henti produksi.


Program kesiagaan dan tanggap darurat yang efektif sebaiknya mencakup:

·         Penilaian potensi kecelakaan dan keadaan darurat;
·         Pencegahan insiden dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya;
·         Prosedur / rencana mengatasi insiden;
·         Pengujian periodik prosedur/rencana kedaruratan; dan
·         Mengatasi dampak yang berkaitan dengan insiden.
Cara terbaik menghindari keadaan darurat adalah dengan meminimisasi peluang terjadinya kejadian abnormal yang berdampak ekstrim, disamping menyediakan sumberdaya yang memadai untuk mengatasinya.

Organisasi sebaiknya memiliki rencana dan prosedur untuk mencegah dan melakukan tindakan dalam keadaan darurat. Prosedur operasi tersebut sebaiknya mempertimbangkan: (a) lepasnya emisi udara ke atmosfir, (b) buangan limbah ke tanah dan air, (c) dampak terhadap lingkungan dan ekosistem akibat keadaan darurat.

Rencana keadaan darurat sebaiknya memuat hal-hal berikut ini:

a.     Jasa dan personil yang bertanggungjawab untuk setiap kejadian darurat;
b.     Tindakan aksi untuk keadaan darurat yang berbeda-beda;
c.     Data dan informasi tentang bahan-bahan berbahaya;
d.     Langkah yang harus dilakukan bila terjadi kecelakaan;
e.     Rencana pelatihan darurat dan uji coba (drill test).
http://bpkimi.kemenperin.go.id/bpkimi/extension/panduan_iso/images/module/module13_01.gif

Rencana dan prosedur kesiagaan dan tanggap darurat harus dievaluasi dan diuji-coba secara periodik untuk menilai kelengkapan, kesesuaian, dan keakuratan terhadap keadaan sebenarnya. Rencana dan prosedur kesiagaan dan tanggap darurat harus direvisi bilamana diperlukan sesuai hasil uji-coba yang dilaksanakan. 

Waktu merupakan hal yang sangat penting dalam keadaan darurat. Semakin cepat reaksi/tanggapan, maka semakin besar kesempatan untuk memperbaiki dan menghindari potensi kerusakan. Ada tiga komponen utama yang menentukan tanggap darurat dapat dilaksanakan dengan cepat, yaitu:

a.     Alokasi sumberdaya yang diperlukan pada tempat dan waktu yang tepat;
b.     Melaksanakan sistem pemantauan efektif yang memberikan peringatan dini bila terjadi suatu kejadian darurat;
c.     Melaksanakan uji coba keadaan darurat secara realistik, artinya uji coba dilaksanakan tanpa pemberitahuan.
Organisasi harus memastikan personil yang bertanggungjawab dalam pencegahan, pengendalian, dan penanganan keadaan darurat memiliki pengetahuan dan kompetensi dalam bersiaga dan bertindak. Untuk itu, organisasi sebaiknya memberikan pelatihan kepada personil yang mendapatkan tanggungjawab tersebut.

Sangat penting organisasi melaksanakan kaji ulang kinerja tanggap darurat setelah terjadi suatu insiden. Gunakan pengkajian ini untuk menetapkan apakan dibutuhkan pelatihan tambahan, atau apakah prosedur/rencana kedaruratan harus direvisi.


 

TIPS
·         Uji coba (drill test) merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan personil dan memperoleh umpan balik guna efektifitas rencana atau prosedur kedaruratan.
·         Perbanyak salinan rencana (atau paling sedikit nama dan telepon personil penting ) di sekitar tapak kegiatan, dan khususnya pada area dimana resiko bahaya tinggi dijumpai. Informasi dalam salinan mencakup nomor telepon koordinator kedaruratan, pemadam kebakaran setempat, polisi, rumah sakit terdekat, dan lainnya yang diperlukan.
·         Mutakhirkan dan sempurnakan rencana dari hasil uji coba, pelatihan, atau setelah kejadian darurat yang sebenarnya.

DAFTAR PERIKSA RENCANA KESIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT

Apakah organisasi telah memiliki hal-hal berikut:
·         potensi keadaan-keadaan darurat (misal: kebakaran, ledakan, tumpahan atau lepasnya bahan berbahaya, dan bencana alam)?
·         bahan-bahan berbahaya yang digunakan di lokasi pabrki? (juga lokasinya)
·         penanggungjawab kunci di organisasi? (termasuk koordinator kedaruratan)
·         pengaturan dengan penyedia bantuan darurat setempat?
·         prosedur kedaruratan, termasuk prosedur komunikasi darurat?
·         lokasi dan tipe peralatan tanggap darurat?
·         pemeliharaan peralatan tanggap darurat ?
·         pelatihan/uji personil, termasuk tim tanggap darurat?
·         pengujian sistem alarm?
·         rute evakuasi dan peta pintu darurat, serta tempat berkumpul ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 SISTEM MANAJEMEN MUTU(QMS).

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.